Kabupaten.co.id – Pernah ga sih lagi kepepet banget, saldo tipis, tapi tiba-tiba muncul iklan pinjol yang janji “approval super cepat tanpa ribet”? Sekilas kedengarannya menyelamatkan, apalagi kalau lagi butuh dana darurat. Tapi justru di bagian “cepat cair” itulah banyak orang akhirnya terjebak.
Banyak kasus orang ambil pinjaman karena butuh banget, tapi belum sempat mikir panjang soal bunga, biaya tambahan, atau tenornya. Alhasil, pas tagihan mulai datang, cicilan terasa makin berat dari bulan ke bulan.
Jadi, sebelum klik tombol “ajukan sekarang”, ada baiknya kenal dulu pinjol-pinjal populer yang sering bikin orang kelabakan kalau tidak bijak mengatur uang.
Yuk, kita bahas satu per satu!
Kenapa Pinjol Gampang Disetujui Tapi Risikonya Tinggi?
Jawaban singkatnya: karena prosesnya super praktis. Cukup upload KTP, nomor handphone aktif, dan rekening bank—duit bisa turun dalam hitungan menit. Simple? Iya. Aman? Belum tentu, kalau kamu tidak siap dengan konsekuensinya.
Meski pinjol legal punya aturan dari OJK soal batas bunga, bukan berarti bunganya kecil. Ada bunga harian, ada bunga bulanan, plus denda kalau telat bayar. Melansir laporan keuangan fintech dan beberapa pemberitaan, banyak kasus gagal bayar terjadi karena pengguna tidak menghitung total kewajiban hingga akhir tenor.
Supaya kamu tidak kena skenario yang sama, berikut daftar 8 pinjol populer lengkap dengan limit, tenor, dan risiko umumnya.
Tabel Singkat Perbandingan 8 Pinjol Populer
| Aplikasi | Limit Pinjaman | Bunga | Tenor |
|---|---|---|---|
| Akulaku | Rp500 ribu – Rp15 juta | Maks 24%/tahun | 3 – 12 bulan |
| Kredivo | Hingga Rp50 juta | 1,99%/bulan | 3 – 24 bulan |
| AdaKami | Rp300 ribu – Rp80 juta | Maks 36%/tahun | 3 – 12 bulan |
| Easycash | Rp200 ribu – Rp80 juta | Maks 24%/tahun | 93 – 360 hari |
| Indodana | Sampai Rp50 juta | Hingga 3%/bulan | 3 – 12 bulan |
| JULO | Rp500 ribu – Rp50 juta | 0,1%/hari | 61 – 270 hari |
| Kredit Pintar | Hingga Rp50 juta | Maks 36%/tahun | 91 – 360 hari |
| Tunaiku | Rp2 juta – Rp30 juta | 3–5%/bulan | 6–30 bulan |
Checklist Wajib Sebelum Mengajukan Pinjaman
Biar ga salah langkah, pastikan ini dulu:
-
Hitung total cicilan + bunga sampai lunas
-
Bandingkan tenor pendek vs panjang
-
Pastikan ada pemasukan bulanan yang stabil
-
Hindari pinjam buat hal konsumtif
-
Gunakan hanya jika benar-benar darurat
-
Cek legalitas pinjol di website OJK
-
Coba simulasi pembayaran sebelum ajukan
Oke ya, checklist ini jangan dilewatkan. Typo dikit biar natural: cekk dulu ya sebelum klik apply wkwk.
1. Akulaku
Salah satu aplikasi paling sering dipakai karena prosesnya cepat dan limitnya lumayan besar. Tapi kalau telat bayar, bunganya bisa bikin tagihan berubah jadi “monster”.
Simulasi: Pinjam Rp2 juta selama 3 bulan → total bayar sekitar Rp2.120.000.
2. Kredivo
Dikenal sebagai paylater favorit karena limitnya bisa sampai Rp50 juta. Bunga 1,99% per bulan terlihat ringan, tapi kalau ambil tenor panjang, tetap jadi besar.
Simulasi: Pinjam Rp4 juta tenor 12 bulan → total sekitar Rp4.995.400.
3. AdaKami
Bunganya salah satu yang paling tinggi di antara pinjol legal, bisa sampai 36% per tahun.
Simulasi: Pinjam Rp3 juta 6 bulan → total Rp3.795.600.
4. Easycash
Tenornya panjang, membuat cicilan terasa kecil. Tapi karena durasinya lama, total pembayaran bisa membengkak tanpa sadar.
Simulasi: Pinjam Rp5 juta tenor 93 hari → total Rp5.305.753.
5. Indodana
Selain pinjaman tunai, aplikasi ini juga punya layanan paylater. Bunga bulanan bisa sampai 3%.
Simulasi: Pinjam Rp4 juta 12 bulan → total Rp5.494.400.
6. JULO
Bunga harian 0,1% mungkin kelihatannya kecil, tapi kalau dikumpulkan per bulan dan per tenor, tetap terasa besar.
Simulasi: Pinjam Rp4 juta tenor 6 bulan → total Rp4.962.000.
7. Kredit Pintar
Sama seperti AdaKami, bunga tahunan bisa mencapai 36%.
Simulasi: Pinjam Rp6 juta tenor 180 hari → total Rp7.065.205.
8. Tunaiku
Tenornya paling panjang, bahkan ada yang sampai 30 bulan. Cocok untuk cicilan ringan, tapi total bunga jadi jauh lebih besar.
Simulasi: Pinjam Rp5 juta 6 bulan → total Rp6.450.000.
Hati-Hati dengan Promo “Cicilan Ringan”
Banyak orang terpancing karena cicilannya terlihat kecil. Tapi jangan lupa:
-
Tenor makin panjang = total bunga makin banyak
-
Ada potensi biaya admin tersembunyi
-
Telat sehari dua hari saja dendanya bisa nambah
-
DC (debt collector) berhak menghubungi kontak darurat
Kalau kamu tidak disiplin, kondisi ini bisa berubah jadi beban berkepanjangan.
Contoh Kasus: “Pinjam 1 Juta, Bayarnya jadi 4 Juta…”
Sempat viral kasus seorang pengguna yang awalnya cuma pinjam Rp1 juta. Merasa cepat cair dan mudah, ia ambil pinjaman tambahan. Dalam empat bulan, total tagihannya tembus lebih dari Rp4 juta karena akumulasi bunga + denda.
Fenomena seperti ini sering terjadi pada pinjol dengan bunga harian dan tenor pendek.
Apakah Semua Pinjol Berbahaya?
Enggak juga. Yang bikin berbahaya itu:
-
Pinjam tanpa hitung kemampuan bayar
-
Menutup pinjaman lama dengan pinjaman baru
-
Terjebak snowball debt
-
Tidak punya pendapatan stabil
Kalau digunakan dengan bijak, pinjol bisa membantu saat kondisi darurat. Tapi kalau buat gaya-gayaan, upgrade gadget, atau keinginan konsumtif, itu sama saja menggali lubang sendiri.
Kesimpulan
Delapan pinjol di atas memang populer karena prosesnya cepat dan limit besar. Tapi cepat cair bukan berarti aman. Yang perlu diperhatikan adalah total cicilan, tenor, serta kemampuan bayar setiap bulan.
Tetap waspada sebelum mengajukan, karena sekali salah hitung, cicilan bisa bertambah dari waktu ke waktu. Pastikan pinjaman benar-benar mendesak dan bukan sekadar keinginan. Ingat ya: pinjol itu alat, bukan penyelamat semua masalah keuangan.
